INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGANNYA DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam materi yang akan kami jelaskan yang terdapat dalam makalah ini yaitu tentang Interaksi Manusia dengan Lingkungan, Kegiatan atau aktivitas manusia berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Dalam materi makalah ini akan dijelaskan Interaksi Manusia dengan Lingkungan yang diantaranya mengenai Modifikasi Lingkungan, Pencemaran Lingkungan, Budaya dan Pola Kesehatan Lingkungan.
Indikasi dan cara identifikasi terhadap modifikasi lingkungan alam, baik melalui survei permukaan terhadap gejala atau kenampakan yang sekarang masih dapat dikenali di permukaan tanah , maupun melalui penginderaan jauh. Kedudukan manusia dalam lingkungan hidup dan dinamika interaksi dengan lingkungan hidup merupakan hubungan sosial yang dinamis.
Aktivitas manusia tidak hanya tergantung dan dipengaruhi oleh lingkungan alam, namun juga dapat mempengaruhi dan menyebabkan pengaruh pada alam, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
Selain itu juga manusiaadlah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sebagai makhluk bilogis dan makhluk sosial. Sebagai makhluk biologis, makhluk manusia atau Homo Sapiens, sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyai peran masing-masing dalam menunjang system kehidupan.
Manusia sebagai makhluk sosial, tidak dapat hidup secara individu. Mereka selalu berkeinginan untuk tinggal bersama dengan individu-individu lainnya. Lingkungan hidup yang dimaksud tersebut tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, oleh karena itu yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,keadaan dan makhluk hidup termasuk didalamnya daya manusia dan perilakunya yang mempengaruhikelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Oleh karena itu, aktivitas atau kegiatan manusia sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya, karena lingkungan merupakan tempat yang paling dekat dengan manusia.

1.2. Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang Interaksi Manusia dengan Lingkungan yang terdiri dari modifikasi lingkungan , pencemaran lingkungan budaya dan pola kesehatan lingkungan. Kami mengidentifikasi masalah tersebuty sebagai berikut:

  1. Identifikasi Modifikasi Lingkungan Alam ?
  2. Penyebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan ?
1.3 Tujuan Penulisan

1.      Tujuan penulisan makalah ini secara formal ialah untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial, budaya, dan Tekhnologi (PLSBT)
2.      Tujuan yang lainnya yaitu untuk mengetahui sejauh mana interaksi manusia dan pengaruh manusia dengan lingkungan sekitarnya.

1.4 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan yang dapat diambil dalam penulisan makalah ini adalah kita sebagai calon guru dapat mengetahui sejauh mana pengaruh manusia dengan dengan lingkungan hidup serta menambah wawasan kita dalam mata kuliah ini.


BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Interaksi

Interaksi adalah suatu jenis tindakan yang terjadi ketika dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. Ide efek dua arah ini penting dalam konsep interaksi, sebagai lawan dari hubungan satu arah pada sebab akibat. Kombinasi dari interaksi-interaksi sederhana dapat menuntun pada suatu fenomena baru yang mengejutkan. Dalam berbagai bidang ilmu, interaksi memiliki makna yang berbeda. 

2.2  Interaksi Manusia dengan Lingkungan

Lingkungan alam (natural environment) adalah lingkungan yang terbentuk secara alamiah tanpa campur tangan manusia. Lingkungan alam mencakup semua benda hidup dan tak hidup yang terjadi secara alamiah di bumi. Lingkungan alam berbeda dengan lingkungan buatan yang terdiri atas area dan komponen alam yang telah dipengaruhi manusia. Lingkungan alam dapat berbentuk sungai, danau, laut, gunung, rawa, hutan dan lain-lain. 
Lingkungan alam terdiri atas komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala sesuatu yang ada di lingkungan yang bukan makhluk hidup. Sebaliknya Lingkungan biotik adalah segala benda hidup yang ada di lingkungan. Contoh lingkungan abiotik adalah batuan, tanah, air, udara, suhu, hujan, dan energi matahari, sedangkan contoh lingkungan biotik adalah berbagai jenis tumbuhan dan hewan.  Dalam lingkungan alam terjadi interaksi antara lingkungan abiotik dengan lingkungan biotik atau sebaliknya. Bahkan, antar komponen lingkungan biotik dan antar komponen lingkungan abiotik juga terjadi saling keterkaitan. Berikut contoh-contoh interaksi tersebut : Contoh interaksi antara komponen abiotik dengan biotik adalah tanah, suhu dan curah hujan yang memengaruhi jenis tanaman yang tumbuh suatu daerah. Suhu yang tinggi dan curah hujan yang besar serta tanah yang subur memungkinkan tumbuhnya beragam tumbuhan tropis. Tanaman tropis tidak dapat tumbuh dengan baik di daerah gurun yang kering dan suhu yang tinggi atau di daerah lintang sedang dengan empat musim.Lingkungan biotik juga dapat memengaruhi lingkungan abiotik. Contohnya daerah yang banyak tumbuhannya akan membuat suhu udara menjadi lebih sejuk. Antara komponen abiotik dengan komponen abiotik lainnya juga dapat terjadi saling pengaruh. Contohnya, curah hujan yang besar dapat menimbulkan pengikisan terhadap tanah yang juga lebih besar. Suhu yang tinggi dapat menimbulkan penguapan yang tinggi pulaSaling pengaruh juga terjadi antara komponen biotik dengan komponen biotik lainnya. Contohnya adalah beragamnya jenis tumbuhan atau flora di suatu wiayah juga diikuti oleh beragamnya jenis hewan atau fauna yang hidup di wilayah tersebut. Karena itu, di daerah hutan hujan tropis seperti Indonesia selain sangat beragam jenis floranya juga beragam jenis faunanya.
Pada awalnya manusia memanfaatkan alam hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan dasarnya (makan dan minum serta pakaian). Namun, saat ini manusia mengolah sumber daya yang ada di alam untuk beragam kebutuhan atau sekedar memenuhi gaya hidupnya.  Akibatnya, sebagian lingkungan alam telah mengalami kerusakan seperti pencemaran air dan udara.
Pada masa sekarang manusia cenderung melakukan upaya mengambil sumber daya alam dengan menggunakan bantuan teknologi. Namun demikian, pada hal tertentu sampai saat ini manusia juga beradaptasi dengan alam, misalnya manusia menyesuaikan waktu tanam dengan musim penghujan, waktu untuk berlayar menyesuaikan dengan keadaan cuaca, menghindari tinggal di daerah rawan bencana alam, dan lain-lain. 
Ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat manusia lebih dominan dalam interaksinya dengan alam. Manusia mampu membuka lahan pertanian dan perkebunan yang sangat luas. Gergaji mesin mampu memotong pohon besar dalam waktu singkat, traktor mampu mengolah lahan dengan cepat, sehingga lahan pertanian dan hasilnya bertambah dengan cepat pula.

2.3  Hakikat Interaksi Manusia dengan lingkungan

Semua manusia di muka bumi ini hidup dalam lingkungan tertentu. Dalam skala luas, manusia hidup dalam negara yang berbeda-beda, kota yang berbeda-beda, sampai pada lingkungan terkecil seperti lingkungan rumah tangga yang pasti berbeda-beda pula.
Lingkungan merupakan kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, mineral, energi surya, serta flora dan fauna baik yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana cara menggunakan lingkungan fisik tersebut. 
Secara sederhana, lingkungan merupakan ruang yang ditempati oleh makhluk hidup dan benda yang tak hidup. Kehidupan manusia tentu saja tak dapat dipisahkan dari lingkungannya, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Contohnya kita bernapas dari udara dari lingkungan sekitar kita. Semua aktivitas manusia seperti makan, minum, dan menjaga kesehatan semuanya memerlukan lingkungan.
Lingkungan adalah segala sesuatu di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak. Komponen lingkungan dapat dibedakan menjadi :
(1) lingkungan abiotik, 
(2) lingkungan biotik,
(3) lingkungan sosial dan budaya. 
Lingkungan abiotik adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, pasir, udara, bebatuan dan lain-lain. Lingkungan biotik adalah lingkungan hidup yang terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, tumbuhan dan hewan. Lingkungan sosial adalah lingkungan yang dibuat oleh manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk hidup.
Pada awalnya, interaksi manusia dan lingkungan lebih bersifat alami dan mencakup komponen-komponen seperti, abiotik, biotik, dan sosial budaya. Dengan berkembangnya peradaban manusia, kita dikelilingi oleh berbagai bentuk artefak, peralata, kendaraan dan benda-benda lain hasil karyanya. Benda-benda tersebut selanjutnya menjadi bagian dari lingkungan secara keseluruhan. Bahkan di daerah perkotaan, lingkungan didominasi oleh komponen-komponen kehidupan perkotaan seperti jalan, jembatan, gedung bertingkat, permukiman, perkantoran, hotel, dan lain-lain. Lingkungan alam telah diganti atau diubah secara besar-besaran oleh lingkungan buatan atau binaan manusia.
Interaksi manusia dan lingkungannya berlangsung melalui dua cara.
Pertama, manusia dipengaruhi oleh lingkungan. Kedua, manusia memiliki kemampuan untuk mengubah lingkungan.
Karakteristik interaksi manusia dan lingkungan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, begitu juga satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Pada masyarakat yang tradisional, ada kecenderungan lingkungan lebih dominan dalam memengaruhi kehidupan manusia seperti halnya dalam lingkungan masyarakat pedesaan. Sedangkan pada daerah yang masyarakatnya memiliki tingkat peradaban yang lebih maju, manusia cenderung dominan sehingga lingkungannya telah banyak berubah dari lingkungan alam menjadi 
lingkungan binaan hasil karya manusia. 

2.4  Identifikasi Modifikasi Lingkungan Alam.

Aktivitas manusia tidak hanya bergantung dan dipengaruhi oleh lingkungan alam, namun juga dapat mempengaruhi dan menyebabkan modifikasi lingkungan alam, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Dalam mata pelajaran ini, yang dimaksud dengan modifikasi sebagai akibat aktivitas manusia bukanlah perubahan suhu atau punahnya flora-fauna tertentu (Bradsawdan Weaver 1993:488-489). Melainkan semua perubahan bentuk relief bumi atau permukaan tanah, baik sebagai akibat adanya konstruksi maupun ada gejala atau kenampakan fisik lainnya.
Seiring dengan berjalannya waktu, gajala atau kenampakan akibat aktivitas manusia tersebut kadang-kadang tidak disadari kehadirannya. Lebih-lebih bila, tidak terkonsentrasi pada situs-situs arkeologi. Oleh karena itu, gejala tersebut menjadi pokok bahasan salah satu cabang dalam arkeologi.
Dalam hal ini, pengetahuan, pengalaman , dan kecermatan sangat diperlukan untuk dapat melakukan identifikasi segala kenampakan di permukaan tanah. Melalui pengamatan yang seksama gejala atau kenampakan yang terbentuk sacara alamiah yang biasa dipelajari dalam geomorfologi (Bradsaw dan Weaver 1993: 264)
Bekas aktivitas di suatu lahan kadang tidak diketahui keberadaannya, karena telah tertimbun tanah dalam kurun waktu lama atau tertutup tanaman yang rimbun dan tidak diketahui oleh pengguna lahan yang baru. Dalam kasus seperti ini hasil interpretasi terhadap foto udara membantu mengungkap keberadaan bekas aktivitas tersebut.

1.      Indikasi Modifikasi

Pengetahuan mengenai indikasi-indikasi adanya modifikasi yang telah dilakukan manusia terhadap lingkungan alamanya sangat membantu dalam melakukan survey arkeologis.
Dalam bidang ilmu arkeologi, indikasi-indikasi tersebut merupakan bentuk-bentuk data arkeologo, yang dapat dikategorikan sebagai artefak, fitur atau ekofak. Agar indikasi tersebut dapat dijelaskan makna dan fungsinya, maka dilakukan beberapa kegiatan yaitu :
a.       Perekaman, meliputi pengukuran, penggambaran, pemotrtan, dan pemetaan
b.       Interpretasi yang didasarkan pada hasil perekaman data, sumber tertulis, gambar, foto, dan peta lama atau wawancara dengan penduduk sekitar.

2.      Distribusi Artefak

Selain contoh-contoh yang telah dikemukakan, banyak situs arkeologi yang dapat diidentifikasi keberadaannya melalui adanya konsentrasi temuan artefaktual di permukaan tanah, seperti fragmen-fragmen gerabah atau serpih-serpih batu beserta calon-calon beliung.
Sebagaimana gejala-gejala lainnya, himpunan artefak di suatu lokasi dapat mengubah relief permukaan tanah sebagai contoh keberadaan timbunan-timbunan tata batu pada areal seluas kurang lebih 6.000 hektar, yang dikenal sebagai bengkel pembuatan beliung persegi dan mata panah di wilayah gunung, kabupaten pacitan, Jawa timur.
Dalam hal ini aktivitas alam, seperti aliran tidak dipungkiri ikut andil sebagai factor penyebab terjadinya transformasi atau akumulasi data arkeologi. Namun melalui pengamatan terhadap serpihan-serpihan batu limbah produksi beliung dan artefak yang ada, dapat dipastikan bahwa timbunan-tinbunan batu tersebut bukan sekedar hasil aktivitas alam, melainkan bekas aktivitas komunitas manusia ynag pernah tinggal di wilayah yang sekarang lebih dikenal sebagai wilayah yang tandus tersebut.

3.      Bangunan Monumental

Keberadaan konstruksi bangunan, baik masih dalam kondisi utuh maupun reruntuhan, paling mudah diketahui kehadirannya bila dibandingkan dengan jenis data arkeologis lainnya. Jenis data arkeologis ini, yang memang bentuknya sangat menonjol bila dibandingkan dengan gejala lainnya. Benar-benar mengubah relief permukaan . permukaan tanah yang terbentuk secara alamiah. Namun demikian, aktivitas alam yang tidak henti-hentinya, seperti meletusnya gunung berapi, banjir-banjir lahar, juga berpengaruh terhadap tersembunyi atau terkuaknya tinggalan arkeologis berupa bangunan monumental.
Kalau sekarang kita dapat menyaksikan kemegahan candi-candi di sekitar Yogaykarta dan Jawa Tengah , seperti candi Prambanan, dan Borobudur, sebenarnya tidak demikian halnya dengan candi-candi tersebut puluhan tahun yang lalu.

2.5         Pencemaran Lingkungan

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat  tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Peristiwa pencemaran lingkungan disebut polusi. Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
1.      Jumlahnya melebihi jumlah normal.
2.      Berada pada waktu yang tidak tepat
3.      Berada pada tempat yang tidak tepat
Sifat polutan adalah :
Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat
lingkungan tidak merusak lagi . Merusak dalam jangka waktu lama.
Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi
dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh
sampai tingkat yang merusak.

a.      Macam-macam pencemaran Lingkungan

1.      Menurut tempat terjadinya 

Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi empat, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.

1.1.Pencemaran udara

Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut:
Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat meng- ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas. Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah kaca Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur, virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan . Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan menghasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida bersama dengan udara serta oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan, perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih. Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang 
artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.

1.2. Pencemaran air

Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut:
Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan  sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun. Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air .Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian  terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming alga). Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis karena sinar matahari terhalang. Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut. Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.

1.3.Pencemaran tanah

Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,
pecahan kaca, dan kaleng.Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan)Zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.

1.4. Pencemaran suara

Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.

2.      Menurut macam bahan pencemar.

Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut:

2.1. Kimiawi

Berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi),
pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.

2.2. Biologi

Berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.

3.         Menurut tingkat pencemaran

Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang
menyebabkan mata pedih. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

b.      Parameter Pencemaran

Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Paramaterparameter yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :

1.      Parameter kimia 

Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam berat. 

2.    Parameter biokimia

Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu jumlah oksigen dalam air. Cars pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemar organik. Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.

3.      Parameter fisik

Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.

4.      Parameter biologi 

Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, virus, bentos, dan plankton.

c.       Penanggulangan Pencemaran

1.      Penanggulangan secara administratif

Penanggulangan secara administratif terhadap pencemaran lingkungan merupakan tugas pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan-peraturan atau undang-undang. Beberapa peraturan yang telah dikeluarkan, antara lain sebagai berikut :
a.       Pabrik tidak boleh menghasilkan produk (barang) yang dapat mencemari lingkungan. Misalnya, pabrik pembat lemari es, AC dan sprayer tidak boleh menghasilkan produk yang menggunakan gas CFC sehingga dapat menyebabkan penipisan dan berlubangnya lapisan ozon di stratofer.
b.      Industri harus memiliki unit-unit pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) sehingga limbah yang dibuang ke lingkungansudah terbebas dari zat-zat yang membahayakan lingkungan.
c.       Pembuangan sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu yang jauh dari pemukiman.
d.      Sebelum dilakukan pembangunan pabrik atau proyek-proyek industri harus dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan (AM-DAL).
e.       Pemerintah mengeluarkan buku mutu lingkungan, artinya standar untuk menentukan mutu suatu lingkungan. Untuk lingkungan air ditentukan baku mutu air , sedangkan untuk lingkungan udara ditentukan baku mutu udara. Dalam buku mutua air, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar logam berat, misalnya fosfor dan merkuri. Didalam buku mutu udara, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar, misalnya gas CO2 dan CO. Pemerintah akan memberikan sanksi kepada pabrik yang menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi standar baku mutu.

2.      Penanggulangan secara teknologis

Penanggulangan pencemaran lingkungan secara teknologis, misalnya menggunakan peralatan untuk mengolah sampah atau limbah. Di surabaya terdapat suatu tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap. Tempat tersebut dinamakan insenerator.

3.      Penanggulangan secara Edukatif

Penangkalan pencemaran secara edukatif dilakukan melalui jalur pendidikan baik formal maupun nonformal. Melalui pendidikan formal, disekolah dimasukkan pengetahuan tentang lingkungan hidup tentang lingkungan hidup kedalam mata pelajaran yang terkait, misalnya IPA dan Pendidikan agama. Melalui jalur pendidikan nonformal dilakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan.
Dengan penyuluhan dan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran baik secara individu maupun secara berkelompok untuk memahami pentingnya kelestarian lingkungan. 

BAB III
PENUTUP


3.1  Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan dan uraian tadi, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:

  1. Aktifitas manusia sangat berpengaru terhadap lingkungan.
  2. Aktifitas manusia tidak hanya tergantung dan dipengaruhi oleh lingkungan alam, namun juga dapat mempengaruhi dan menyebabkan modifikasi lingkungan alam, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
  3. Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia.
  4. Selain itu juga manusia juga mempengaruhi lingkungan budaya, karena manuia adalah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi yaitu sebagai makhluk biologis dan makhluk sosial.
  5. Keadaan lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Di dalam lingkungan yang sesuai. Penyebab penyakit dapat dipelihara dan ditularkan dari manusia ke manusia, dari hewan ke hewan, atau dari manusia ke hewan.

SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI ATOM DAN PEMBAHASAN SEJARAH TENAGA NUKLIR

PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG

Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimiaatom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.


Tujuan

Untuk menjelaskan kepada kita semua bahwa suatu materi tersusun dari partikel partikel yang sudah tidak dapat dibagi lagi yang bernama atom. Dijelaskan juga dalam makalah ini tentang  perkembangan struktur dan teori atom dari masa kemasa dan dipelopori oleh ilmuwan ilmuwan dari seluruh belahan dunia.



PEMBAHASAN SEJARAH PERKEMBANGAN  STRUKTUR DAN TEORI ATOM

Leokippos dan Demokritus ( 460-380 SM)

Leokippos adalah orang pertama yang mencetuskan keberadaan atom. Ia bersama muridnya yang bernama Demokritus mengemukakan bahwa materi terdiri dari partikel partikel yang sudah tak dapat terbagi lagi. Mereka menamai partikel itu dengan nama Atom yang berasal dari bahasa Yunani atomos yang berarti tak terbagi.
Namun, pendapat ini ditolak oleh Aristoteles. Dia berpendapat bahwa materi bersifat continue atau materi dapat dibelah terus menerus sampai tak terhingga. Pada saat itu Aristoteles adalah ilmuan yang sangat berpengaruh oleh karena itu, gagasan tentang atom memudar dan tidak mengalami perkembangan.


A. Teori Atom John Dalton

Pada tahun 1808, John Dalton adalah seorang guru di Inggris yang melakukan perenungan tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier menyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:

·         Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.

·         Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.

·         Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.

·         Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru.

Kelebihan model/ teori atom John Dalton:

1)     Dapat menerangkan hukum kekekalan massa (Lavoisier)

2)     Dapat menerangkan hukum perbandingan tetap (Proust)

3)     Memulai minat terhadap penelitian mengenai model atom

Kelemahan model/ teori atom John Dalton :

1)     Ada partikel yang lebih kecil dari atom yang disebut partikel subatom.

2)     Tidak menjelaskan bagaimana atom-atom berikaitan.


3)     Tidak menerangkan hubungan lautan senyawa dan daya hantar arus listrik, jika atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsure dan tidak dapat dibagi lagi.

B.   Teori Atom Joseph John Thomson

J. J. Thomson (1897), fisikawan Inggris yang menyatakan bahwa atom berbentuk bulat dimana muatan listrik positif yang tersebar merata dalam atom dinetralkan oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif yang berada di antara muatan positif.
Model atom Thomson didasarkan pada asumsi bahwa massa elektron lebih kecil dari massa atom, dan elektron merupakan partikel penyusun atom. Karena atom bermuatan netral, maka elektron yang bermuatan negatif akan menetralkan suatu muatan positif dalam atom. Hal ini mendukung keberadaan proton dalam atom.


Kelebihan model/ teori atom J. J. Thompson:

1)     Dapat menerangkan adanya partikel yang lebih kecil dari pada atom yang disebut partikel subatomik.

2)     Dapat menerangkan sifat listrik atom.

3)     Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negative dalam atom.

4)     Selain itu juga memastikan bahwa atom tersusun dari partikel yang bermuatan positif dan negative untuk membentuk atom netral. Juga membuktikan electron terdapat dalam semua unsure.

Kelemahan model/ teori atom J.J. Thompson:

1)     Tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom.

2)     Tidak dapat menerangkan efek penghamburan cahaya pada lempeng tipis emas.


C.   Teori Atom Rutherford

Ernest Rutherford (1911), seorang ahli Fisika Inggris. Penelitian penembakan sinar alpha pada plat tipis emas membuat Rutherford dapat mengusulkan teori dan model atom untuk memperbaiki teori dan model atom Thomson.
Rutherford mengatakan bahwa “Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif”. Sebagian besar atom adalah ruangan kosong dan hampir semua massa atom ada pada inti.

Kelebihan model/ teori atom Rutherford :

1)     Dapat menerangkan fenomena penghamburan sinar alfa pada lempeng tipis emas.

2)     Mengemukakan keberadaan inti atom.

Kelemahan model/ teori atom Rutherford :

1)     Tidak menjelaskan kenapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.

D.   Teori Atom Niels Bohr

Niels Bohr (1913), fisikawan dari Denmark ini yang selanjutnya menyempurnakan model atom yang dikemukakan oleh Rutherford. Penjelasan Bohr didasarkan pada penelitiannya tentang spectrum garis atom hidrogen.

Kelebihan model/ teori atom Bohn :

1)     Dapat menjelaskan spektrum pancaran dari  atom hidrogen.


2)     Menjawab kesulitan teori atom Rutherford.
Kelemahan  model/ teori atom Bohn :

1)     Tidak dapat menjelaskan atom berelektron banyak.

2)     Tidak dapat menerangkan efek Zeeman bila atom ditempatkan pada medan magnet.

3)     Tidak dapat menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.

Pembahasan Sejarah Penemuan Tenaga Nuklir     

Seiring perkembangan teknologi masa kini dengan adanya teknologi nuklir membawa perkembangan di dalam berbagai aspek kehidupan. Perlu kita ketahui bawasannya dengan berkembangnya teknologi membawa perubahan yang sangat signifikan akan tetapi semua itu selain  memberikan pengaruh yang positif juga menimbulkan efek negative pula. Di dalam makalah ini membahas tentang apa itu tekhnologi nuklir, damapak-dampak yang ditimbulkan dan manfaat teknologi nuklir.

A. Pengertian Teknologi Nuklir

Teknologi Nuklir merupakan teknologi yang melibatkan reaksi dari inti atom (inti=nuclei). Teknologi nuklir dapat ditemukan pada bebagai aplikasi, dari yang sederhana seperti detektor asap hingga sesuatu yang besar seperti reaktor nuklir.

B. Sejarah Teknologi Nuklir

Kejadian pada kehidupan sehari-hari, fenomena alam, jarang sekali berkaitan dengan reaksi nuklir. Hampir semuanya melibatkan gravitasi dan elektromagnetisme. Keduanya adalah bagian dari empat gaya dasar dari alam, dan bukanlah yang terkuat. Namun dua lainnya, gaya nuklir lemah dan gaya nuklir kuat adalah gaya yang bekerja pada range yang pendek dan tidak bekerja di luar inti atom. Inti atom terdiri dari muatan positif yang sesungguhnya akan saling menjauhi jika tidak ada suatu gaya yang menahannya.
Henri Becquerel pada tahun 1896 meneliti fenomena fosforesensi pada garam uranium ketika ia menemukan sesuatu yang akhirnya disebut dengan radioaktivitas. Setelah Pierre Curie, dan Marie Curie mulai meneliti fenomena unsur radium yang sangat radioaktif. Mereka menemukan bahwa material radioaktif memproduksi gelombang yang intens, yang mereka namai dengan alfa, beta, dan gamma. Beberapa jenis radiasi yang mereka temukan mampu menembus berbagai material dan semuanya dapat menyebabkan kerusakan. Seluruh peneliti radioaktivitas pada masa itu menderita luka bakar akibat radiasi, yang mirip dengan luka bakar akibat sinar matahari, dan hanya sedikit yang memikirkan hal itu.
Fenomena baru mengenai radioaktivitas diketahui sejak adanya paten di dunia kedokteran yang melibatkan radioaktivitas. Secara perlahan, diketahui bahwa radiasi yang diproduksi oleh peluruhan radioaktif adalah radiasi terionisasi. Banya peneliti radioaktif di masa lalu mati karena kanker sebagai hasil dari pemaparan mereka terhadap radioaktif. Paten kedokteran mengenai radioaktif kebanyakan telah terhapus, namun aplikasi lain yang melibatkan material radioaktif masih ada, seperti penggunaan garam radium untuk membuat benda-benda yang berkilau.
Sejak atom menjadi lebih dipahami, sifat radioaktifitas menjadi lebih jelas. Beberapa inti atom yang berukuran besar cenderung tidak stabil, sehingga peluruhan terjadi hingga selang waktu tertentu sebelum mencapai kestabilan. Tiga bentuk radiasi yang ditemukan oleh Becquerel dan Curie temukan juga telah dipahami; peluruhan alfa terjadi ketika inti atom melepaskan partikel alfa, yaitu dua proton dan dua neutron, setara dengan inti atom helium; peluruhan beta terjadi ketika pelepasan partikel beta, yaitu elektron berenergi tinggi peluruhan gamma melepaskan sinar gamma, yang tidak sama dengan radiasi alfa dan beta, namun merupakan radiasi elektromagnetik pada frekuensi dan energi yang sangat tinggi. Ketiga jenis radiasi terjadi secara alami, dan radiasi sinar gamma adalah yang paling berbahaya dan sulit ditahan.


C. Fisi

            Fisi nuklir adalah proses pembelahan inti menjadi bagian-bagian yang hampir setara, dan melepaskan energi dan neutron dalam prosesnya. Jika neutron ini ditangkap oleh inti lainnya yang tidak stabil inti tersebut akan membelah juga, memicu reaksi berantai. Jika jumlah rata-rata neutron yang diepaskan per inti atom yang melakukan fisi ke inti atom lain disimbolkan dengan k, maka nilai k yang lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa reaksi fisi melepaskan lebih banyak neutron dari pada jumlah yang diserap, sehingga dapat dikatakan bahwa reaksi ini dapat berdiri sendiri. Massa minimum dari suatu material fisi yang mampu melakukan reaksi fisi berantai yang dapat berdiri sendiri dinamakan massa kritis.Ketika neutron ditangkap oleh inti atom yang cocok, fisi akan terjadi dengan segera, atau inti atom akan berada dalam kondisi yang tidak stabil dalam waktu yang singkat.

            Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan nuklida radioaktif menjadi nuklida-nuklida dengan nomor atom mendekati stabil. Pembelahan nuklida ini disertai pelepasan sejumlah energi dan sejumlah neutron. Reaksi fisi inti uranium–235 dioperasikan dalam reaktor tenaga nuklir untuk pembangkit tenaga listrik. Jika inti 235U dibombardir dengan neutron, akan dihasilkan inti-inti atom yang lebih ringan, disertai pelepasan energi, juga pelepasan neutron sebanyak 2 hingga 3 buah. Jika neutron dari setiap reaksi fisi bereaksi lagi dengan inti 235U yang lain, inti-inti ini akan terurai dan melepaskan lebih banyak neutron. Oleh karena itu, terjadi reaksi yang disebut reaksi berantai (chain reaction).




PENUTUP


KESIMPULAN

Dari pemaparan tentang sejarah perkembangan struktur dan teori atom diatas kita bisa mengetahui zat terkecil dalam suatu materi yang diberinama Atom. Ditemukan pertama kali oleh Leukippos pada 460-380 SM, dan mulailah diteliti oleh para ilmuwan ilmuwan dunia sampai pada ilmuwan Thomson yang menemukan elektron pada atom dan dikembangkan lagi oleh ilmuwan ilmuwan lainnya dengan beberapa teori dan percobaan yang mereka lakukan.


Diberdayakan oleh Blogger.